Rumah Tukang Kayu

    Share

    CS
    Moderator
    Moderator

    Female
    Leo Snake
    Posts : 532
    Location : Jakarta
    Job/hobbies : reading, sleeping
    Join date : 04.03.09
    Reputation : 75

    Rumah Tukang Kayu

    Post by CS on 13/06/09, 02:46 am


    Rumah Tukang Kayu

    Seorang tukang kayu bermaksud pensiun dini dari pekerjaannya di sebuah perusahaan kuntruksi perumahan. Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tidak bekerja ia akan kehilangan penghasilan bulanan nya. Akan tetapi, keinginan sang tukang kayu ini sudah bulat. Ia sudah merasa lelah, ia ingin beristirahat dan menikamti sisa hari tua nya yang penuh damai dan ketenangan dengan anak juga istrinya. Di pihak lain, pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah satu pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya, sebagai karya terakhir yang bisa dipersembahkan bagi perusahaan.

    Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan tersebut. Tetapi sebenarnya hati kecilnya menolak dan merasa terpaksa. Pikirnya, si pemilik perusahaan tidak mau rugi, bahkan di saat-saat terakhir pun ia masih dipekerjakan. Hatinya tidak sepenuhnya tercurah pada pengerjaan rumah tersebut. Dengan bahan sekdarnya dan bekerja ogah-ogahan ia pun mengerjakan proyek itu. Alhasil, rumah pun selesai dengan hasil yang tidak optimal. Ia telah mengakhiri prestasi yang tidak maksimal.

    Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, sang tukang kayu lalu menyerahkan kuncu rumah yang telah dibngun oleh tukang kayu tersebut. "Ambillah, pakailah rumah ini untuk hari tua-mu dan anggaplah ini sebagai ungkapan terima kasih perusahaan terhadap dedikasi dan loyalitas mu selama ini," demikian pemilik perusahaan menyampaikan kalimat perpisahan.

    Betapa terkejutnya si tukang kayu. Malu dan menyesal dirasakan nya sewaktu menerima rumah yang telah dibuatnya sendiri. Seandainya ia tahu, bahwa rumah itu akan diberikan untuknya, tentu ia akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Itulah kehidupan yang penuh dengan misteri. Waktu yang merupakan aset terbesar kita terkadang menjadi sia-sia yang diakhiri dengan penyesalan. Padahal, dalam hidup ini kita dapat diibaratkan sedang membangun rumah yang akan kita nikmati hasilnya, baik dihari tua maupun sebagai monumen yang dapat dibaca oleh orang lain.

    Sesungguhnya, sikap terhadap kehidupanlah yang membuat kehidupan terasa pahit dan membosankan, sedangkan kehidupan sendiri berjalan sesuai dengan ritme alam yang mengaturnya sedemikian rupa. Sikap ini pula yang membuat setiap indvidu setangah hati atau sepenuh hati mengisinya. Apa yang dipikirkan biasanya akan mempengaruhi bagaimana sikap kita terhadap apa yang kita pikirkan tersebut dan selanjutnya akan mempengaruhi kinerja sediri. Sebagai contoh, apa yang dipikirkan tukang kayu tadi telah mempengaruhi sikapnya terhadap pekerjaan membangun rumah dan berbuahkan tindakan yang ogah-ogahan.

    Acapkali banyak individu sulit mengisi kehidupannya karena terseret-seret oleh masa lalu yang masih terus menggelayut dalam dirinya. Padahal, nostalgia masa lalu yang demikian indah, jika tidak terkontrol, akan menggiring ke arah ketenangan batin yang berlebihan dan membuat sulit untuk berubah. Demikian pula dengan trauma masa lalu, ternyata dapat membuat seseorang enggan untuk memulai suatu lembaran baru dalam kehidupannya. Jack Hayford pernah mengatakan, "Masa lalu adalah persoalan yang sudah mati dan kita tidak mungkin meraih momentum untuk menuju hari esok kalau kita menyeret-nyeret masa lalu dibelakang kita."

    Sesungguhnya kita tidak tahu apa akibat yang kita lakukan saat ini, kecuali dengan memprediksinya. Namun, yang pasti adalah hari ini merupakan bagian waktu yang nyata kita hadapi langkah demi langkah, disitulah harta dan makna kehidupan yang telah kita lakukan. Lebih jauh, Charles Jones memprediksi bahwa satu-satunya perbedaan antara siapa anda hari ini dan siapa anda 5 tahun lagi akan tampak dari buku-buku yang anda baca dan dengan siapa anda bergaul serta dengan siapa anda melewatkan waktu.

    Itulah sebabnya apapun yang dilakukan saat ini - tugas dan tanggung jawab yang diberikan serta jabatan yang kita sandang saat ini - seharusnya kita laksanakan dengan sebaik-baiknya, karena apa yang ditabur itu pula yang akan dituai. Seorang arsitek pernah bertutur bahwa hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri. Pada ahir perjalanan kita akan terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup didalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.

    Sumber : Half full - Half Empty ( buku best seller Nasional)

      Waktu sekarang 08/12/16, 07:05 am