Kuasa kesaksian

    Share

    xavixavieri
    Newbie
    Newbie

    Male
    Posts : 94
    Join date : 24.02.09
    Reputation : 4

    Kuasa kesaksian

    Post by xavixavieri on 05/03/09, 11:03 pm


    > Di bawah ini merupakan kesaksian dari pendeta
    > yang kemarin
    > berkotbah di tempat
    > saya. Nama pendetanya Bp Wisnu. Berikut
    > penuturan beliau:
    >
    > Beberapa waktu yang lalu saya ada pelayanan
    > untuk Youth di
    > daerah Tangerang.
    > Saya naik bis jurusan Tangerang pada siang
    > harinya untuk
    > menuju rumah kakak
    > saya terlebih dulu karena pelayanan tersebut
    > akan berlangsung
    > sore hari. Di
    > dalam bis yang penuh sesak tersebut, masuk pula
    > seorang
    > pengamen cilik usia
    > sekitar 7-8 tahun dengan berbekal kecrekan
    > sederhana (mungkin
    > dari tutup botol)
    > Berbekal alat musik sederhana tersebut, dia
    > nyanyikan lagu
    > "Yesus ajaib,
    > Tuhanku ajaib...."
    (~ a song by Ir.
    Niko,
    > red.) Dan
    > kata-kata
    > tersebut diulang terus menerus. Hampir seluruh
    > penumpang bis
    > memarahi anak
    > tersebut, "Diam kamu! Jangan nyanyi lagu
    > itu lagi. Kalau
    > kamu
    > nggak diam,
    > nanti saya pukul kamu!"
    >
    > Tapi ternyata anak tersebut tidak menanggapi
    > kemarahan mereka
    > dan dengan berani
    > terus menyanyikan lagu tersebut. Saya dalam hati
    > berkata,
    > "Tuhan, anak ini
    > luar biasa. Kalau saya, belum tentu saya
    > bisa/berani
    > melakukan hal
    > tersebut". Karena bis akan melanjutkan
    > perjalanan menuju
    > tol
    > berikutnya,
    > di pintu tol menuju Serpong (kalau tidak salah),
    > hampir 3/4
    > penumpang turun
    > dari bis tersebut. Termasuk saya dan pengamen
    > cilik tersebut.
    > Anak kecil itu
    > didorong hingga akhirnya jatuh. Kemudian dia
    > bangkit lagi.
    > Tapi dia didorong
    > oleh massa hingga terjatuh lagi. Semua penumpang
    > bis
    > mengerumuni anak itu. Saya
    > masih ada di situ dengan tujuan jika kemudian
    > anak tsb akan
    > ditempeleng atau
    > dihajar, saya akan berusaha untuk menariknya
    > lari menjauhi
    > mereka.
    >
    > Seluruh kerumunan itu baik pria maupun wanita
    > menjadi marah,
    > "Sudah
    > dibilang jangan nyanyi masih nyanyi terus! Kamu
    > mau saya
    > pukul?" dst, dst.
    > Anak kecil itu hanya terdiam. Setelah amarah
    > mereka mulai
    > mereda, anak kecil
    > itu baru berbicara, "Bapak-bapak, Ibu-Ibu
    > jika mau pukul
    > saya,
    > pukul saja.
    > Kalau mau bunuh, bunuh saja. Tapi yang Bapak dan
    > Ibu perlu
    > tahu, walaupun saya
    > dipukul atau dibunuh saya tetap akan menyanyikan
    > lagu
    > tersebut." Seluruh
    > kerumunan menjadi terdiam sepertinya mulut
    > mereka terkunci.
    > Kemudian dia
    > melanjutkan, "Sudahlah... . Bapak, Ibu
    > tidak perlu
    > marah-marah
    > lagi. Sini..
    > saya doakan saja Bapak-Ibu."
    >
    > Dan apa yang terjadi, seluruh kerumunan itu
    > didoakan satu per
    > satu oleh anak ini.
    > Banyak yang tiba-tiba menangis dan akhirnya mau
    > menerima
    > Tuhan. Saya yang
    > sedari tadi menyaksikan hal tersebut, kemudian
    > pergi
    > meninggalkan kerumunan
    > tsb. Saya melanjutkan naik mikrolet. Jalanan
    > macet krn
    > kejadian tersebut hingga
    > mikrolet melaju dengan sangat lambat.. Sopir
    > mikroletnya
    > bertanya, " Ada
    > apa sih Pak? Koq banyak kerumunan?" Saya
    > jawab
    > "O.... Itu ada
    > banyak
    > orang didoakan oleh anak kecil."
    >
    > Di saat mikrolet melaju dengan sangat pelan,
    > tiba-tiba anak
    > kecil pengamen itu
    > naik mikrolet yang sama dengan saya. Saya
    > kemudian bertanya,
    > "Dik, kamu
    > nggak takut dengan orang-orang itu?"
    >
    > Jawabnya, "Buat apa saya takut? Roh yang
    > ada dalam diri
    > saya
    > lebih besar
    > dari roh apapun di dunia ini", tuturnya
    > mengutip ayat F
    > irman
    > Tuhan.
    > Lanjutnya, "Bapak mau saya doakan?"
    >
    > Saya terperanjat, "Kamu mau doakan
    > saya?"
    >
    > Jawabnya, "Ya kalau Bapak mau."
    >
    > Saya menjawab, "Baiklah. Kamu boleh doakan
    > saya."
    >
    > Doanya, "Tuhan berkati Bapak ini. Berkati
    > dan urapi Bapak
    > ini
    > jika sore
    > nanti dia akan ada pelayanan Youth."
    >
    > Sampai di situ, saya tidak bisa menahan air mata
    > yang deras
    > mengalir. Saya
    > tidak peduli lagi dengan penumpang lain yang
    > mungkin menonton
    > kejadian
    > tersebut. Yang saya tahu bahwa Tuhan sendiri
    > yang berbicara
    > pada anak ini, dari
    > mana dia tahu saya akan ada pelayanan Youth sore
    > ini.
    >
    > Kesaksian ditutup sampai di situ dan dengan satu
    > kesimpulan,
    > jika kita mau,
    > Tuhan bisa pakai kita lebih lagi. Bukan
    > kemampuan tapi kemauan
    > yang Tuhan
    > kehendaki.
    > ~
    > kesaksian oleh Pdt. Wisnu
    > Tuhan memberkati.
    > LORD Bless You
    > Pdt Victor HutapeaGPdI Calvary Chapel Bali

    santa

    kuya
    Moderator
    Moderator

    Male
    Posts : 596
    Location : tempat g bermimpi..
    Job/hobbies : DreamSoft.co.Ltd
    Join date : 08.02.09
    Reputation : 45

    Re: Kuasa kesaksian

    Post by kuya on 07/03/09, 11:21 pm

    oo g jadi ikud tersentuh nich..

    emank Tuhan Luar biasa.. Ia bisa pakai sapapun untuk menceritakan kebaikan dan keagungan Tuhan Yesus..

    g juga mo donk di doain ma anak kecil itu

      Waktu sekarang 09/12/16, 06:36 pm