The Calling-Vitalisasi Kembar yang Bervisi ”Grand Pop”

    Share

    Effect
    Brigadier
    Brigadier

    Male
    Leo Dragon
    Posts : 144
    Location : sweet home
    Job/hobbies : baca buku ^^
    Join date : 09.02.09
    Reputation : 26

    The Calling-Vitalisasi Kembar yang Bervisi ”Grand Pop”

    Post by Effect on 03/03/09, 01:42 pm


    LOS ANGELES – Bisa dibilang, Alex Band (23) termasuk vokalis muda yang beruntung. Seperti frontman Matchbox Twenty, Rob Thomas — dia sempat kebagian kepercayaan dari legenda hidup Carlos Santana buat menyanyikan ”Why Don’t You & I” dan nangkring di Top-10.

    Bukan hanya itu, karena bersama The Calling dia mencatat prestasi bagus sejak debut singel ”Wherever You Will Go”. Lagu ini pertama kali muncul melalui performa The Calling di film Coyote Ugly, dan telah berhasil menarik perhatian publik.
    Kegembiraan The Calling berlanjut saat album perdana Camino Palmero (2001) menambah arti gemilang ”Wherever You Will Go”, dan lagu itu tertampung di tangga 40 Billboard Adult selama 23 minggu. Suatu hasil yang membanggakan sekali. Tambahan lagi, lagu yang sama tetap menggoda publik hingga mencapai Top-10, dan sekaligus Camino Palmero meraih sertifikasi emas pada Januari 2002.
    Senyum cerah The Calling belum selesai, bahkan semakin melebar dengan masuknya singel ”Adrienne” di tangga Top-40 (Maret 2002). Namun disusul dengan realitas pahit keluarnya gitaris pendukung Sean Woolstenhulme, dan digantikan Dino Meneghin. Akan tetapi kebahagiaan tetap berada di pihak The Calling, utamanya saat mereka memenangkan MTV Europe Music Award untuk kategori Best New Act (November 2002). Lagi pula mereka kemudian terpilih mengisi soundtrack film DareDevil dengan lagu ”For You” yang berlatar musik orkestrasi memikat (Februari 2003).
    The Calling yang berintisari Alex Band (vokal) dan Aaron Kamin (gitaris) selaku penulis lagu, memantapkan kibar kreasinya dengan album terbaru bertajuk ”II” (2004). Singel jagoannya adalah ”Our Lives”, yang menyuarakan gitaris multiguna (Aaron) secara lebih mantap. Album kedua The Calling berisi lagu percampuran karib antara nuansa akustik dengan suatu visi grand pop. Kedengarannya tentu baru! Apalagi dengan frontman keren (Alex), si penyanyi muda yang bernilai khusus dan ekspresif banget. Jenis suaranya dianggap sulit tertandingi, atau sulit ditiru.
    Nilai tambah yang menguatkan The Calling kali ini adalah garapan tema lagu yang dewasa. Di situ mengandung meditasi pada harapan dan cinta. Inspirasinya itu tergambar langsung di debut singel upbeat, ”Our Lives”.
    Namun, Alex tetap menyimpan sisi paling menarik sebagai idola remaja putri, dengan sosok tubuhnya yang ramping, berikut performa dan tampang bergaya vokalis boyband. Uniknya lagi, dia bermotif suara nge-rock dengan sound melankolis yang merayu dan menggoda.

    Kedewasaan Artistik
    Duo pemusik The Calling melangkah pasti sejak mula dengan persiapan tempur yang matang. Mereka menunjukkan arti penting suatu band yang bersahabat karib dan bagai saudara sekandung. Kekuatan itu dijadikan modal utama, dan membuat mereka yakin musiknya pasti bisa menyentuh penonton global. Mereka berhasil membuktikannya, dan jelas bukan omong kosong. The Calling, utamanya Alex, juga telah dijadikan referensi penting bagi kalangan band anak muda di Indonesia.
    Vitalisasi kembar dari The Calling bukan memproduksi sembarang bunyi, karena Alex dan Aaron merefleksikan dua sifat dasar kehidupan: antara harapan dan kehilangan, cinta dan kegagalan, serta pengertian rasa dan spirit.
    Sebagai penulis kembar untuk keseluruhan lagu di album terbarunya, Alex dan Aaron berhasil mengungkap kedewasaan artistik. Tentu berbeda hasilnya dengan dulu mereka merilis Camino Palmero ketika masih remaja. Kini pada saat keduanya sudah di usia 20-an, dan telah banyak mengetahui penawaran kehidupan yang banyak macamnya – bukan hanya kebaikan, sifat buruk hingga kegilaan. Maka, dengan begitu, album bertajuk II berupaya mewujudkan segala arti kehidupan tersebut.
    ”Kami bertumbuh dewasa,” ujar Aaron Kamin. ”Kami telah menguasai perangkat instrumen. Kami sungguh berbeda sekarang …” Aaron sekaligus mempercayai pengembangan diri ke atas yang selalu berbarengan dengan proses kreatif.
    Dengan begitu, The Calling bukan sekadar berbicara dewasa dengan ”Our Lives”, seperti yang kemudian telah dibuktikannya melalui singel kedua, ”Things Will Go My Way”. Lagu ini disebut Aaron sebagai key track, karena baginya bermakna banget. ”Bagian refreinnya sungguh sederhana, dan lagunya demikian optimistik di hati,” cerita Aaron.
    Lagu-lagu lainnya, seperti ”Chasing the Sun”, ”If Only”, dan ”Surrender” yang berurusan erotik, menyajikan pandangan cinta yang ironis. Berbeda lagi dengan ”Somebody Out There” dan ”Your Hope” yang berkisah tentang kehidupan malang dan kesunyian tanpa asmara.
    ”Saya suka membuat lagu yang agak bercorak dan realistis, karena kehidupan nyata tidaklah selalu happy ending,” catat Alex.
    Suatu kenyataan baru dari ekspresi pop yang berstandar aneka macam, telah tercipta dari dua sahabat dari Los Angeles ini. Tujuan mereka sama dan serupa, dan berkarya lagu tentang kehidupan manusia biasa, yang berbicara ihwal perasaan, cita-cita dan harapan. (SH/john js)

      Waktu sekarang 07/12/16, 12:54 am